Postingan

Apa Arti Efesus 1:17, Allah Tuhan Kita Yesus Kristus

Dalam doanya untuk jemaat Efesus, Rasul Paulus berkata,”..dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” Doa ini tertulis dalam Efesus 1:17. Dari ayat di atas tertulis jelas jika Rasul Paulus menyebutkan jika Bapa di surga, Bapa kita yang mulia adalah Allah dari Tuhan kita, Yesus Kristus. Lantas apa artinya hal ini? Jika Yesus adalah Tuhan, bagaimana Bapa juga adalah Allah-Nya? Di sepanjang perjanjian baru, para penulis kerap memakai frasa “Allah dan Bapa Tuhan Kita Yesus Kristus” yang sebenarnya kurang lebih sama dengan arti ayat di atas. Menurut penjelasan CARM.org, untuk memahami arti Efesus 1:17 kita harus memahami beberapa prinsip dasar dalam Alkitab. Pertama Allah adalah Tritunggal. Artinya Allah itu tunggal tapi diekspresikan atau diungkapkan dalam tiga pribadi yang berbeda secara bersama-sama: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Yesus adalah Pribadi kedua dalam Trinit...

Menarik Uang Dari Tabungan Kita di Sorga

Gambar
Dalam artikel kali ini kita akan membahas khotbah yang dibawakan Pendeta George Pearsons dan Gloria Copeland. Khotbah kali ini membahas tentang rekening yang kita miliki di surga.  Firman Tuhan ini diambil dari Filipi 4: 17. Latar belakang ayat ini adalah Paulus menerima pemberian dari jemaat Filipi. Dia memuji pemberian jemaat Filipi dan berkata jika dia sebenarnya tidak mengharapkan atau mengincar pemberiaan jemaat. Tapi pemberian itu justru menghasilkan buah untuk memperbesar keuntunganmu. Dalam Alkitab versi Amplified Bible (AMP), ayat ini memiliki makna yang cukup berbeda. 17 Not that I seek the gift itself, but I do seek the profit which increases to your [heavenly] account [the blessing which is accumulating for you]. (Terjemahan: Bukan karena aku menginginkan pemberian itu sendiri, tapi aku mencari keuntungan yang semakin bertambah ke rekeningmu di surga [berkat yang dikumpulkan untukmu].” Dari terjemahan inilah, George Pearsons dan Gloria Copeland membuat istilah he...

Pentingnya Impartasi Berkat Bapak Dalam Kehidupan Orang Kristen

Gambar
Dalam artikel kali ini kita akan membahas video khotbah yang dibawakan oleh Pendeta Craig Hill dari Family Foundations. Di dalam Alkitab, ada sebuah tradisi untuk mengimpartasi berkat dari ,generasi ke generasi berikutnya. Impartasi atau pemberian berkat itu biasanya dilakukan bapak kepada anak-anaknya. Contohnya adalah Ishak yang memberkati Yakub, Yakub memberkati ke-12 anaknya, dan seterusnya. Impartasi berkat bapak ini berdampak pada hati anak-anak lelaki dan perempuan. Berkat itu menciptakan identitas diri yang sangat kuat dalam diri anak-anak. Juga iman untuk panggilan hidup mereka di dalam Tuhan.  Saat ini, di dalam masyarakat ada banyak orang yang kehilangan atau memiliki identitas diri yang lemah. Identitas diri ini menjawab pertanyaan: siapakah saya? siapakah saya yang sebenarnya? Sedangkan panggilan hidup itu menjawab pertanyaan kenapa saya hidup di dunia? Apa tujuan hidup saya di dunia? Ataukah saya hanya sekedar hidup, makan dan minum setiap harinya? B...

Kisah Flash Disk yang Hilang

Kadang-kadang dalam pengalaman yang sederhana kita bisa mengalami Tuhan secara nyata dan belajar tentang sifat-Nya. Dalam peristiwa sederhana seperti itu, iman kita juga bisa bertumbuh. Salah satunya adalah pengalaman sederhana yang saya alami beberapa bulan lalu. Saya lupa kapan tepatnya. Jadi ceritanya sejak saya kuliah, saya punya sebuah flashdisk putih berukuran 4 GB. Flash disk ini masih awet hingga sekarang. Kurang lebih saya punya flashdisk ini lebih dari sepuluh tahun. Walaupun tidak merasakan sesuatu yang spesial terhadap benda itu tapi saya merasa sayang kalau benda itu hilang. Yah, memang sekarang saya sudah jarang menggunakan flash disk sejak bekerja. Tapi flash disk ini ternyata berguna juga untuk teman-teman sekantor. Mereka kerap meminjamnya untuk memindahkan file-file pekerjaan mereka dan untuk berbagai hal sejenis. Jadi saya merasa benda itu berguna. Sampai suatu ketika, teman kerja meminjamnya untuk memindahkan file desainnya. Waktu mencari flash disk itu di dalam t...

Apakah Para Murid Yesus Percaya Jika Dia adalah Tuhan?

Gambar
Dalam bukunya, God Among Sages, Kenneth Samples melakukan sebuah pekerjaan yang luar biasa dalam menjelaskan mengenai pandangan injil mengenai Yesus dari Nazaret dan bagaimana Yesus berbeda dengan para pendiri agama lain, misalnya Krisna yang juga dianggap sebagai tuhan yang mengambil wujud manusia. Perbandingan ini menarik mengingat banyak ahli modern sekarang ini yang beranggapan jika kepercayaan agama Kristen yang mengatakan Yesus adalah inkarnasi Allah adalah konsep asing bagi para murid Yesus dan jemaat Kristen abad pertama. Para ahli yang skeptik ini beranggapan jika kepercayaan ini ditambahkan belakangan untuk menciptakan agama Kristen seperti yang kita kenal sekarang ini. Salah satu contoh ahli yang menganut pandangan ini adalah Bart Ehrman, seperti tertulis dalam bukunya How Jesus Became God. Kenneth Samples menulis jawabannya atas pandangan para ahli yang skeptik itu: Tapi apakah yang dipercaya orang-orang Kristen paling pertama tentang sifat alami dan pribadi Yesus K...

Bagaimana Surat-Surat Dalam Perjanjian Baru Ditulis?

Gambar
Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana surat-surat (1 Kor, 2 Kor, Efesus, Filipi dll) ditulis? Apakah Paulus duduk dengan sebuah pena dan selembar papirus dan menulis surat-surat itu? Apakah Petrus dan Yakobus merancang garis besar surat mereka sebelum menulisnya? Dan apa yang menyebabkan para rasul menulis surat itu? Tulisan-tulisan yang tercantum dalam Perjanjian Baru beredar di kalangan gereja pada pertengahan abad pertama (10-20 tahun setelah Yesus terangkat ke sorga). Para penulis dari kitab dan surat ini adalah para rasul, para saksi mata yang ditugaskan Yesus untuk memberitakan kebangkitan-Nya. Tujuan tulisan mereka tidaklah untuk menyediakan informasi tentang Yesus. Tujuan mereka adalah menerapkan atau mengaplikasi pesan Yesus ke dalam kehidupan orang-orang yang sudah mengenal Yesus. Tulisan para rasul ini memiliki otoritas yang sama dalam gereja seperti Yesus itu sendiri (1 Kor 14:37). Perbedaan orang di jaman modern dan jaman dulu dalam menulis Jika Anda menulis e...

Yesus, Adam yang Akhir dan Manusia Kedua

Gambar
Alkitab menyebut Yesus sebagai Adam yang akhir dan manusia kedua. Paulus menulis kepada jemaat di Korintus: “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. “ (I Kor 15: 45-48). Adam, Manusia pertama Dua nama Yesus ini merupakan perbandingan diriNya dengan Adam. Adam adalah manusia pertama yang diciptakan. Alkitab berkata jika Allah membuat Adam dari debu bumi. “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2: 7). Adam memiliki ...

Apakah Hukuman Tuhan Terhadap Dosa Adam dan Hawa Terlalu Keras?

Gambar
Dalam ajaran agama lain, setelah Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan untuk memakan buah pengetahuan baik dan jahat, Tuhan mengampuni dosa Adam setelah dia mengaku dosa. Hal ini tentunya berbeda dengan yang tertulis dalam Alkitab yang menyatakan jika Adam dan Hawa dikeluarkan dari Taman Eden setelah jatuh ke dalam dosa. Dosa yang mereka lakukan akhirnya masuk dan diwariskan kepada umat manusia. Bahkan bumi dan segala isinya juga terkena pengaruh dari dosa ini. Pertanyaannya kenapa Tuhan memberikan hukuman yang sedemikian rupa kepada Adam dan Hawa hanya karena mereka memakan buah itu? Kenapa Tuhan tidak mengampuni mereka begitu mereka menyesali perbuatan mereka? Tidakkah hukuman mereka terlalu berat? Dalam artikel di bawah, Wesley Rostoll menulis sebuah artikel yang menarik mengenai jawaban pertanyaan di atas. Dalam sebagian besar waktu hidup saya, saya berpikir jika hukuman umat manusia dan seluruh ciptaan yang diderita karena ketidaktaatan Adam dan Hawa di taman Eden sepert...

Kenapa Yesus Harus Mati Untuk Menebus Dosa Kita?

Gambar
Jawaban sederhananya, tanpa kematian Yesus di kayu salib untuk dosa-dosa kita, tidak ada seorang pun yang akan memiliki hidup kekal. Yesus sendiri berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6). Dalam pernyataan ini, Yesus mengungkapkan alasan dari kelahiran, kematian dan kebangkitanNya: untuk menyediakan jalan ke sorga untuk umat manusia yang berdosa, yang tidak akan pernah bisa memperolehnya dengan cara mereka sendiri. Saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, mereka sempurna dan hidup di Taman Eden (Kejadian 2: 15). Tuhan menciptakan manusia dalam gambar-Nya, berarti mereka juga memiliki kebebasan untuk membuat keputusan dan pilihan berdasarkan kehendak bebas mereka. Kejadian 3 menjelaskan bagaimana Adam dan Hawa jatuh ke dalam godaan dan kebohongan iblis. Oleh karena itu, mereka tidak mentaati kehendak Tuhan dengan memakan pohon pengetahuan, padahal Tuhan melarangnya. “Lalu TUHAN Allah memb...

Apakah Rasul Paulus Menciptakan Kekristenan Palsu?

Gambar
Pendahuluan Beberapa orang beranggapan jika Paulus dari Tarsus (Rasul Paulus) membajak agama Kristen pada awalnya, mengubah teologi tentang Yesus dan menggantinya dengan agama Kristen yang kita kenal sekarang ini. Salah satu bukti yang mereka gunakan adalah doktrin yang ditemukan dalam Kitab Roma. Memang Kitab Roma berisi ajaran doktrin Kekristenan yang paling lengkap. Tapi apakah ajaran Rasul Paulus berlawanan dengan ajaran Yesus? Apakah ajaran Paulus bertentangan dengan Perjanjian Lama? Jika Paulus memang menciptakan sendiri ajaran Kristen, maka ajarannya akan berbeda dengan ajaran Yesus, para rasul dan murid Yesus lainnya. Pengakuan Ajaran Kristen Orang-orang Kristen mengaku jika Paulus bertemu Yesus dalam perjalanan menuju ke Damaskus untuk menganiaya orang-orang Kristen di abad pertama. Akibat pertemuannya dengan Yesus, Paulus menjadi buta selama tiga hari. Dia disembuhkan oleh Tuhan melalui Ananias, salah satu pengikut Yesus. Paulus pun berubah karena pengalaman itu. Dia ...

Apakah Alkitab Sudah Diubah, Diedit, Direvisi Isinya?

Gambar
Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama (PL) ditulis kira-kira sekitar 1400 SM hingga 400 SM (1400 tahun hingga 400 tahun sebelum Yesus lahir). Kitab-kitab dalam Perjanjian Baru (PB) ditulis kira-kira 40 hingga 90 M (40 hingga 90 tahun setelah Yesus lahir). Jadi Alkitab ada kira-kira antara 3400 hingga 1900 tahun. Dalam waktu ini, naskah asli dari kitab-kitab dalam PL dan PB sudah hilang. Kemungkinan sudah tidak ada lagi. Juga selama rentang waktu itu, kitab-kitab dalam Alkitab sudah disalin lagi dan lagi. Salinan dari salinan telah dibuat. Oleh karena itu, bisakah kita tetap mempercayai Alkitab? Alkitab sebagai tulisan yang diilhamkan Allah memang sempurna dan tidak ada cacat kekurangannya (2 Timotius 3: 16-17; Yohanes 17:17). Tapi prinsip ini hanya berlaku untuk naskah asli dan bukan pada salinan atau terjemahan. Seteliti apapun sang penyalin kitab, tidak ada satupun yang sempurna. Sebagai hasilnya terdapat beberapa perbedaan kecil yang muncul dalam berbagai salinan Alkitab. Dari ribua...

Apakah Alkitab Bisa Dipercaya Kebenaran dan Keasliannya?

Gambar
Naskah Gulungan Laut Mati Ada beberapa kriteria yang digunakan para ahli sejarah dan arkeolog untuk menguji keaslian sebuah manuskrip atau naskah kuno. Jika kriteria yang sama dikenakan kepada Alkitab, maka Alkitab lebih dari bisa dipercaya (reliable) dibandingkan naskah-naskah kuno lainnya. Reabilitas dalam hal ini adalah pertanyaan terkait kebenaran dan keakuratan dari salinan sebuah naskah. Apakah Alkitab yang diterjemahkan dan disalin di era modern ini masih bisa dibuktikan keasliannya dan bisa dipercaya? Tulisan-tulisan yang benar secara fakta dan sejarah dan sudah dijaga keutuhannya dari waktu ke waktu dianggap realiable (bisa dipercaya/diandalkan). Untuk menentukan hal ini tentunya dibutuhkan verifikasi sejarah tingkat tinggi untuk memastikan jika proses penyalinan naskah kuno tetap asli dan bisa dipercaya. Salah satu alasan kenapa Alkitab bisa dipercaya keasliannya adalah setiap bagian yang ada di dalamnya bisa dikonfirmasi secara langsung. Banyak fakta-fakta sejarah ...

Apa Itu Kanon Muratori (the Muratorian Canon) dan Apa Pentingnya?

Gambar
The Muratorian Canon atau kanon Muratori (disebut juga Fragmen Muratori) adalah sebuah daftar kuno berisi daftar kitab Perjanjian Baru. Daftar ini merupakan daftar tertua yang kita miliki. Adanya Kanon Muratori membantah tuduhan jika Kaisar Konstantinus Agung yang menciptakan doktrin Kekristenan seperti yang ada sekarang ini. Dan tuduhan jika dialah yang menyusun daftar kitab yang masuk ke dalam Perjanjian Baru. Tuduhan seperti ini muncul dalam novel karangan Dan Brown, The Da Vinci Code. Daftar kuno itu kemungkinan ditulis dalam Bahasa Yunani dan ditulis pada 180 Masehi atau sekitar abad ke-2. Dalam daftar itu terdapat 22 kitab dari 27 kitab yang ada dalam Perjanjian Baru saat ini. Kanon ini ditemukan oleh ahli sejarah Italia, Ludovico Muratori di the Ambrosian Library di Italia Utara. Kanon ini lantas diterbitkan olehnya pada 1740. Naskah kuno yang ditemukan oleh Muratori merupakan salinan dari naskah asli dan ditulis dalam Bahasa Latin sekitar abad ke-7 dan abad ke-8. Ada be...

Kenapa Salib yang Dipilih Sebagai Alat Penghukuman Bagi Yesus? Bagian 3

Gambar
Rasa sakit karena salib Yesus juga harus mengalami kematian yang sangat menyakitkan. Kenapa? Untuk menggambarkan rasa sakit yang mengerikan yang disebabkan oleh dosa. Jika Yesus mati tanpa mengalami rasa sakit, maka tujuan Allah menebus dosa manusia tidak akan terwakili. Setiap penjahat di masa Yesus hidup akan merasa sangat putus asa saat mengetahui mereka akan disalib. Penyaliban bukan hanya sebuah eksekusi tapi sebuah metode siksaan. Tentara Romawi biasanya mencambuk orang yang disalib dengan cambukan yang sangat menyakitkan. Yesus juga mengalami hal itu. Sebelum Dia menyentuh salibNya, dia dicambuk, dipukuli dan dihina. Sang eksekutor, yang ditugasi mengeksekusi orang yang disalib biasanya memakai cambuk yang sudah dipasangi pecahan logam, tulang atau benda tajam lainnya. Kerajaan Romawi biasanya tidak mengikuti batasan hukum cambuk yang dipakai dalam Hukum Taurat. Dalam Hukum Taurat, hukuman cambuk hanya dibatasi 39 kali (40 kali kurang satu). Sang eksekutor akan mencam...

Kenapa Salib yang Dipilih Sebagai Alat Penghukuman Bagi Yesus? Bagian 2

Gambar
Penebusan Dosa Alasan utama Yesus mati adalah sebagai pengganti kita untuk menanggung hukuman dosa. Dalam hukum Taurat, setiap dosa yang kita lakukan, kita pantas mengalami hukuman mati. Hukuman ini tidak bisa dibayar dengan kematian yang wajar karena usia tua, oleh kecelakaan atau penyakit. Oleh karena memang setiap manusia pada akhirnya akan mati. Jika memang kematian secara wajar cukup menjadi hukuman bagi dosa manusia, maka para pembunuh, pemerkosa, pencuri, pembohong dan pendosa lainnya sudah membayar dosa mereka saat mereka mati karena penyebab alami. Dan dengan demikian, hal itu juga berarti mereka memenuhi syarat untuk memasuki Kerajaan Allah. Oleh karena itu dalam Ibrani 9: 27 dikatakan setelah manusia mati, mereka akan menghadapi penghakiman Allah. Hal ini berarti hukuman dari dosa itu bukanlah sekedar kematian fisik. Bahkan dalam Ibrani 9: 22 dikatakan jika tanpa penumpahan darah, maka tidak ada pengampunan dosa. Oleh karena itu, hukuman dari dosa itu berupa kematia...

Kenapa Salib yang Dipilih Sebagai Alat Penghukuman Bagi Yesus? Bagian 1

Gambar
Setelah film “The Passion of The Christ” tayang, masyarakat dunia memperoleh gambaran tentang bagaimana mengerikannya eksekusi mati yang dilakukan Kerajaan Romawi dengan menggunakan salib. Kebrutalan hukuman ini berbeda jauh dengan hukuman mati yang saat ini diterapkan oleh beberapa negara. Hukuman mati yang masih berlaku di beberapa negara terlihat lebih manusiawi, lebih lembut dibandingkan dengan hukuman salib yang ditanggung Yesus saat itu. Kerajaan Romawi menciptakan hukuman salib sebagai bentuk hukuman mati setelah mereka terinspirasi dari budaya Yunani dan Fenisia. Kerajaan Babilonia, Persia dan Asyur juga memakai berbagai bentuk penyaliban sebagai hukuman termasuk menancapkan orang ke sebuah tiang. Orang-orang Yahudi berpikir hukuman ini sebagai bentuk kematian yang paling menjijikkan. Alasannya dalam Ulangan 21:22-23 menyatakan jika orang yang mati tergantung dalam tiang dianggap mati karena dikutuk oleh Allah. Dalam Galatia 3:13 dikatakan dengan mati di kayu salib Yes...